Headlines News :

Ekowisata Tangkahan Minim Perhatian Pemda Langkat

Written By Paingot Sinamo on 27 Jan 2014 | 11.39

Ekowisata Tangkahan. Salah satu obyek wisata yang menarik perhatian para wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara pada akhir-akhir ini adalah Ekowisata Tangkahan yang terdapat di Desa Namo Sialang Kec. Batang Serangan Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara.

Selain panorama yang indah, pada kawasan Ekowisata Tangkahan juga terdapat berbagai jenis satwa liar, Gajah, air terjun yang jernih, sehingga para pengunjung dapat berenang dan menaiki gajah dengan harga yang relatif terjangkau.

Namun bila dilihat dari sarana dan prasarana yang terdapai di dalam kawasan Ekowisata Tangkahan sangat memprihatinkan. Mulai dari jalan menuju kawasan yang belum beraspal, hingga sarana dan prasarana yang ada pada lokasi ekowisata tangkahan.

Hal ini disebabkan karena minimnya perhatian dari pihak pemerintah Kab. Langkat terhadap pengembangan Ekowisata Tangkahan. Padahal, Tangkahan merupakan salah satu aset daerah yang dapat meningkatkan/sumber PAD bagi Kabupaten Langkat.

Ekowisata Tangkahan selama ini dikelola oleh masyarakat setempat, yaitu masyarakat Desa Namo Sialang, dengan mendirikan Lembaga Pariwisata Tangkahan (LPT) untuk mengurus dan mengelola Ekowisata Tangkahan. Anggota LPT sendiri terdiri dari masyarakat Desa Namo Sialang dan bekerja keras untuk meningkatkan Ekowisata Tangkahan.

Akibat minimnya bantuan dari Pemda Langkat, sehingga Ekowisata Tangkahan kurang tertata dengan baik. Namun saat ini lokasi Tangkahan sudah mulai tertata dengan baik berkat kerja keras masyarakat setempat.

Taman Nasional Aketajawe Lolobata Provinsi Maluku Utara

Written By Paingot Sinamo on 10 Jul 2013 | 00.41

Taman Nasional: Taman Nasional yang satu ini terletak di Halmahera Maluku bagian Utara Indonesia, atau lebih tepatnya di Kabupaten Halmahera Tengah, Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara. Taman Nasional Aketajawe Lolobata ini dinyatakan sebagai Taman Nasional oleh Pemerintah RI pada tahun 2004, dengan luas 167.300 hektar (Ditjen PHKA-Kementerian Kehutanan).

Penetapan kawasan Aketajawe Lolobata ini menjadi Taman Nasional dianggap sangat penting bagi keselamatan berbagai spesies burung endemik seperti kakatua putih (Cacatua alba), kasturi ternate (Lorius garrulus), paok halmahera (Pitta maxima), dan si cantik bidadari halmahera (Semioptera wallacei).

Selain itu, dalam kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata ini juga terdapat berbagai jenis fauna lainnya, seperti Mandar gendang, Kepudang sungu halmahera, Kepudang halmahera dan sebagainya. Keindahan alam lansekap dan berbagai pemandangan yang indah, serta terdapat air terjun sehingga Taman Nasional ini menarik untuk dikunjungi.

Untuk menuju kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata ini dapat ditempuh dari Lolobata: Ternate-Sidangoli menaiki speedboad dengan jarak tempuh sekitar 45 menit perjalanan. Kemudian juga dapat ditempuh melalui darat dari Sidangoli-Daru dengan jarak tempuh 2 jam perjalanan, dari Daru-Poli/Subaim melalui laut dengan jarak tempuh 1,5 jam perjalanan.

Aksebeilitas lainnya yang dapat dilalui dari Aketajae: Ternate-Bastiong menaiki speedboad dengan jarak tempuh sekitar 30 menit perjalanan. Kemudian dari Bastiong-Gita lewat darat dengan jarak tempuh sekitar 3 jam perjalanan, dan dari Gita-Sungai Akejira/Hijrah dengan jarak tempuh sekitar 3 jam perjalanan. (tni.blog)

Taman Nasional Wasur Provinsi Papua

Written By Paingot Sinamo on 9 Jul 2013 | 23.57

Taman Nasional: Taman Nasional Wasur yang terdapat di Kabupaten Asmat, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Waropen Provinsi Papua merupakan bagian dari lahan basah terbesar di papua. Menurut data dari Ditjen PHKA-Kementerian Kehutanan, Taman Nasional Wasur memiliki luas 413.810 hektar.

Sekitar 70% dari luas wilayah Taman Nasional Wasur terdiri dari sabana, sementara vegetasi lainnya merupakan hutan rawa-rawa, hutan monsoon, hutan pantai, hutan bambu, padang rumput dan hutan sagu. Tamana yang dominan meliputi spesies mangrove, Terminalia dan Melaleuca. Dalam kawasan Wasur tersebut juga di dapat berbagai tumbuhan langka lainnya seperti: api-api (Avicennia sp), tancang (Bruguiera sp), ketapang (Terminalia sp), dan kayu putih (Melaleuca sp), dan sebagainya.


Atraksi wisata yang dapat ditemui dalam kawasan ini dimana terdapat berbagai jenis fauna langka, seperti Kanguru lapang, Kanguru hutan, Kanguru bus, Landak irian, Tikus berkantung, Kucing berkantung, Burung garuda irian, Cendrawasih, Kakak tua, Mambruk, Kasuari, jenis burung migran, dan lain-lain. Keindahan pemandangan alam basah yang relatif masih terjaga dan alami, serta terdapat beberapa air terjun dan goa tengkorak di dalam kawasan Taman Nasional Wasur ini.

Aksebilitas yang dapat ditempuh ke lokasi Taman Nasional Wasur ini adalah dapat di tempuh melalui; Jayapura-Merauke dengan pesawat terbang dengan jarak tempuh 1 hingga 1,5 jam penerbangan. Selain melalui udara juga dapat ditempuh melalui darat dengan menaiki Trans Irian dari: Jayapura-Taman Nasional dengan jarak 9-85 km dengan waktu 1 hingga 2 jam perjalanan. Budaya kehidupan masyarakat dalam kawasan ini adalah budaya Suku Marin, Suku Kanum, Suku Marori-Men Gey. (tni.blog)

Taman Nasional Lorentz Provinsi Papua

Written By Paingot Sinamo on 8 Jul 2013 | 17.10

Taman Nasional: Taman Nasional Lorentz merupakan salah satu dati tiga kawasan di Dunia yang memiliki gletser di daerag tropis dengan luas wilayah 2.505.600 hektar.  Menurut sumber (wikipedia), pada 1999 Taman Nasional Lorentz diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Taman Nasional ini terletak di Kabupaten Asmat, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Mimika, Kabupaten Jayawijaya, dan Kabupaten Puncak Jawa Provinsi Papua. Dalam Taman Nasional ini terdapat Proyek Konservasi Taman Nasional Lorentz, yang merupakan inisistif dari masyarakat setempat untuk konservasi dan menjaga warisan ekologi yang terdapat dalam Taman Nasional Lorentz Provinsi Papua.

Keaneka ragaman satwa yang terdapat dalam Taman Nasional ini adalah jenis burung yang merupakan ciri khas Taman Nasional Lorentz ini yaitu: ada 2 jenis kasuari, 4 megapoda, 31 jenis merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik diantaranya cendrawasih ekor panjang (paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (anurophasis monorthonyx), dan sebagainya.

Selain itu, dalam Taman Nasional ini pengunjung juga dapat menikmati berbagai atraksi wisata alam dengan berbagai jenis fauna seperti: Kanguru pohon, Tikus raksasa, Landak irian, Cendrawasih,Ifrita topi biru dan sebagainya. Keindahan alam pegunungan yang masih alami dalam kawasan ini sangat layak untuk dinikmati dengan berbagai keunikan yang ditawarkan.

Ditambah dengan budaya masyarakat setempat yang masih terjaga dan terpelihara, sehingga kawasan Taman Nasional Lorentz ini menjadi salah satu kawasan objek wisata yang ahir-ahir ini mendapat perhatian bagi para wisatawan. Budaya yang terdapat pada kawasan ini adalah, Adat Suku Nduga, Dani barat, Amungme, Sempan, Asmat dan lain-lain.

Aksebilitas yang dapat dicapai ke Taman Nasional ini adalah melalui; Timika, Nabire, Enarotali, Wamena, Maroke, Mulia, dimana dari kota-kota tersebut dapat dijangkau dengan transportasi udara dari Jayapura dengan waktu tempuh 1 hingga 2 jam penerbangan.

Taman Nasional Kepulauan Seribu DKI Jakarta

Written By Paingot Sinamo on 7 Jul 2013 | 13.32

Taman Nasional: Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta yang terkenal dengan kepadatan penduduknya, ternyata masih terdapat objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Secara Administratif, Taman Nasional Kepulauan Seribu terdapat di DKI Jakarta Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu.

Taman Nasional ini merupakan gugusan pulau yang mencakup 78 pulau, yang terbentuk di atas koloni binatang karang yang sudah mati. Taman Nasional Kepulauan Seribu merupakan kawasan pelestarian alam bahari di Indonesia. Secara geografis, Taman Nasional ini terletak pada 5°24’ - 5°45’ LS, 106°25’ - 106°40’ BT' dan mencakup luas 107.489 hektar (SK Menteri Kehutanan Nomor 6310/Kpts-II/2002).

Ekosistem terumbu karang yang terdapat di perairan Taman Nasional Kepulauan Seribu pada umumnya berbentuk fringing reef (karang tepian) dengan kedalaman 1 - 20 meter. Berbagai moda transportasi telah disediakan oleh Pemerintah DKI Jakarta/Organda/Masyarakat untuk menuju lokasi Taman Nasional ini. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Reguler, dengan menggunakan:
  1. Ojeg kapal rakyat, jalur Muara Angke - Pulau Pramuka PP jam 6.30 wib.
  2. Ojeg tingkat/Mariska, jalur Muara Angke - Pulau Pramuka PP jam 8.00 wib.
  3. Speed Boad SEPA ( reservasi 2 hari sebelumnya di cafe Marina Ancol), dari Marina Ancol jam 14.00 wib.
  4. Speed Boad Trans Jakarta (KM Lumba-lumba), Marina - Ancol Pulau Pramuka jam 8.00 wib.
Keindahan alam Kepulauan Seribu yang khas yaitu keindahan alam laut dengan ekosistem karang yang unik seperti terumbu karang, ikan hias dan ikan konsumsi, echinodermata, crustacea, molusca, penyu, tumbuhan laut dan darat, mangrove, padang lamun, dan lain-lain. Selain itu, fauna yang terdapat di dalamnya terdapat Lumba-lumba hidung botol, Penyu sisik, Penyu hijau, Camar laut, Raja udang, Elong bondol dan sebagainya.

Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu ini sangat berpotensi untuk dikembangkan mengingat letaknya sangat berdekatan dengan Ibu Kota Negara Indonesia, Jakarta. Selain itu, keindahan alam yang masih alami dan budaya masyarakat lokal sesungguhnya dapat menjadi daya tarik wisata.

World News

Diberdayakan oleh Blogger.

Entertainmet

World News

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Taman Nasional Indonesia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger