Headlines News :

Taman Nasional Aketajawe Lolobata Provinsi Maluku Utara

Written By Unknown on 10 Jul 2013 | 00.41

Taman Nasional: Taman Nasional yang satu ini terletak di Halmahera Maluku bagian Utara Indonesia, atau lebih tepatnya di Kabupaten Halmahera Tengah, Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara. Taman Nasional Aketajawe Lolobata ini dinyatakan sebagai Taman Nasional oleh Pemerintah RI pada tahun 2004, dengan luas 167.300 hektar (Ditjen PHKA-Kementerian Kehutanan).

Penetapan kawasan Aketajawe Lolobata ini menjadi Taman Nasional dianggap sangat penting bagi keselamatan berbagai spesies burung endemik seperti kakatua putih (Cacatua alba), kasturi ternate (Lorius garrulus), paok halmahera (Pitta maxima), dan si cantik bidadari halmahera (Semioptera wallacei).

Selain itu, dalam kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata ini juga terdapat berbagai jenis fauna lainnya, seperti Mandar gendang, Kepudang sungu halmahera, Kepudang halmahera dan sebagainya. Keindahan alam lansekap dan berbagai pemandangan yang indah, serta terdapat air terjun sehingga Taman Nasional ini menarik untuk dikunjungi.

Untuk menuju kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata ini dapat ditempuh dari Lolobata: Ternate-Sidangoli menaiki speedboad dengan jarak tempuh sekitar 45 menit perjalanan. Kemudian juga dapat ditempuh melalui darat dari Sidangoli-Daru dengan jarak tempuh 2 jam perjalanan, dari Daru-Poli/Subaim melalui laut dengan jarak tempuh 1,5 jam perjalanan.

Aksebeilitas lainnya yang dapat dilalui dari Aketajae: Ternate-Bastiong menaiki speedboad dengan jarak tempuh sekitar 30 menit perjalanan. Kemudian dari Bastiong-Gita lewat darat dengan jarak tempuh sekitar 3 jam perjalanan, dan dari Gita-Sungai Akejira/Hijrah dengan jarak tempuh sekitar 3 jam perjalanan. (tni.blog)

Taman Nasional Wasur Provinsi Papua

Written By Unknown on 9 Jul 2013 | 23.57

Taman Nasional: Taman Nasional Wasur yang terdapat di Kabupaten Asmat, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Waropen Provinsi Papua merupakan bagian dari lahan basah terbesar di papua. Menurut data dari Ditjen PHKA-Kementerian Kehutanan, Taman Nasional Wasur memiliki luas 413.810 hektar.

Sekitar 70% dari luas wilayah Taman Nasional Wasur terdiri dari sabana, sementara vegetasi lainnya merupakan hutan rawa-rawa, hutan monsoon, hutan pantai, hutan bambu, padang rumput dan hutan sagu. Tamana yang dominan meliputi spesies mangrove, Terminalia dan Melaleuca. Dalam kawasan Wasur tersebut juga di dapat berbagai tumbuhan langka lainnya seperti: api-api (Avicennia sp), tancang (Bruguiera sp), ketapang (Terminalia sp), dan kayu putih (Melaleuca sp), dan sebagainya.


Atraksi wisata yang dapat ditemui dalam kawasan ini dimana terdapat berbagai jenis fauna langka, seperti Kanguru lapang, Kanguru hutan, Kanguru bus, Landak irian, Tikus berkantung, Kucing berkantung, Burung garuda irian, Cendrawasih, Kakak tua, Mambruk, Kasuari, jenis burung migran, dan lain-lain. Keindahan pemandangan alam basah yang relatif masih terjaga dan alami, serta terdapat beberapa air terjun dan goa tengkorak di dalam kawasan Taman Nasional Wasur ini.

Aksebilitas yang dapat ditempuh ke lokasi Taman Nasional Wasur ini adalah dapat di tempuh melalui; Jayapura-Merauke dengan pesawat terbang dengan jarak tempuh 1 hingga 1,5 jam penerbangan. Selain melalui udara juga dapat ditempuh melalui darat dengan menaiki Trans Irian dari: Jayapura-Taman Nasional dengan jarak 9-85 km dengan waktu 1 hingga 2 jam perjalanan. Budaya kehidupan masyarakat dalam kawasan ini adalah budaya Suku Marin, Suku Kanum, Suku Marori-Men Gey. (tni.blog)

Taman Nasional Lorentz Provinsi Papua

Written By Unknown on 8 Jul 2013 | 17.10

Taman Nasional: Taman Nasional Lorentz merupakan salah satu dati tiga kawasan di Dunia yang memiliki gletser di daerag tropis dengan luas wilayah 2.505.600 hektar.  Menurut sumber (wikipedia), pada 1999 Taman Nasional Lorentz diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Taman Nasional ini terletak di Kabupaten Asmat, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Mimika, Kabupaten Jayawijaya, dan Kabupaten Puncak Jawa Provinsi Papua. Dalam Taman Nasional ini terdapat Proyek Konservasi Taman Nasional Lorentz, yang merupakan inisistif dari masyarakat setempat untuk konservasi dan menjaga warisan ekologi yang terdapat dalam Taman Nasional Lorentz Provinsi Papua.

Keaneka ragaman satwa yang terdapat dalam Taman Nasional ini adalah jenis burung yang merupakan ciri khas Taman Nasional Lorentz ini yaitu: ada 2 jenis kasuari, 4 megapoda, 31 jenis merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik diantaranya cendrawasih ekor panjang (paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (anurophasis monorthonyx), dan sebagainya.

Selain itu, dalam Taman Nasional ini pengunjung juga dapat menikmati berbagai atraksi wisata alam dengan berbagai jenis fauna seperti: Kanguru pohon, Tikus raksasa, Landak irian, Cendrawasih,Ifrita topi biru dan sebagainya. Keindahan alam pegunungan yang masih alami dalam kawasan ini sangat layak untuk dinikmati dengan berbagai keunikan yang ditawarkan.

Ditambah dengan budaya masyarakat setempat yang masih terjaga dan terpelihara, sehingga kawasan Taman Nasional Lorentz ini menjadi salah satu kawasan objek wisata yang ahir-ahir ini mendapat perhatian bagi para wisatawan. Budaya yang terdapat pada kawasan ini adalah, Adat Suku Nduga, Dani barat, Amungme, Sempan, Asmat dan lain-lain.

Aksebilitas yang dapat dicapai ke Taman Nasional ini adalah melalui; Timika, Nabire, Enarotali, Wamena, Maroke, Mulia, dimana dari kota-kota tersebut dapat dijangkau dengan transportasi udara dari Jayapura dengan waktu tempuh 1 hingga 2 jam penerbangan.

Taman Nasional Kepulauan Seribu DKI Jakarta

Written By Unknown on 7 Jul 2013 | 13.32

Taman Nasional: Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta yang terkenal dengan kepadatan penduduknya, ternyata masih terdapat objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Secara Administratif, Taman Nasional Kepulauan Seribu terdapat di DKI Jakarta Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu.

Taman Nasional ini merupakan gugusan pulau yang mencakup 78 pulau, yang terbentuk di atas koloni binatang karang yang sudah mati. Taman Nasional Kepulauan Seribu merupakan kawasan pelestarian alam bahari di Indonesia. Secara geografis, Taman Nasional ini terletak pada 5°24’ - 5°45’ LS, 106°25’ - 106°40’ BT' dan mencakup luas 107.489 hektar (SK Menteri Kehutanan Nomor 6310/Kpts-II/2002).

Ekosistem terumbu karang yang terdapat di perairan Taman Nasional Kepulauan Seribu pada umumnya berbentuk fringing reef (karang tepian) dengan kedalaman 1 - 20 meter. Berbagai moda transportasi telah disediakan oleh Pemerintah DKI Jakarta/Organda/Masyarakat untuk menuju lokasi Taman Nasional ini. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Reguler, dengan menggunakan:
  1. Ojeg kapal rakyat, jalur Muara Angke - Pulau Pramuka PP jam 6.30 wib.
  2. Ojeg tingkat/Mariska, jalur Muara Angke - Pulau Pramuka PP jam 8.00 wib.
  3. Speed Boad SEPA ( reservasi 2 hari sebelumnya di cafe Marina Ancol), dari Marina Ancol jam 14.00 wib.
  4. Speed Boad Trans Jakarta (KM Lumba-lumba), Marina - Ancol Pulau Pramuka jam 8.00 wib.
Keindahan alam Kepulauan Seribu yang khas yaitu keindahan alam laut dengan ekosistem karang yang unik seperti terumbu karang, ikan hias dan ikan konsumsi, echinodermata, crustacea, molusca, penyu, tumbuhan laut dan darat, mangrove, padang lamun, dan lain-lain. Selain itu, fauna yang terdapat di dalamnya terdapat Lumba-lumba hidung botol, Penyu sisik, Penyu hijau, Camar laut, Raja udang, Elong bondol dan sebagainya.

Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu ini sangat berpotensi untuk dikembangkan mengingat letaknya sangat berdekatan dengan Ibu Kota Negara Indonesia, Jakarta. Selain itu, keindahan alam yang masih alami dan budaya masyarakat lokal sesungguhnya dapat menjadi daya tarik wisata.

Taman Nasional Teluk Cendrawasih Provinsi Papua

Written By Unknown on 6 Jul 2013 | 10.48

Taman Nasional: Kekayaan alam Indonesia terdapat diberbagai daerah dari sabang hingga merauke, yang berpotensi untuk dikembangka menjadi objek wisata Nasional maupun Internasional. Salah satunya adalah Taman Nasional Teluk Cendarawasi yang terletak di Kabupaten Monokwari dan Kabupaten Paniai/Nabire Provinsi Papua.

Taman Nasional Teluk Cendrawasih memiliki area seluas 1.453.500 hektar yang merupakan Taman Nasional perairan laut terluas di Indonesia, yang terdiri dari daratan dan pesisir pantai (0,9%), daratan pulau-pulau (3,8%), terumbu karang (5,5%), dan perairan lautan (89,8%) (sumber wikipedia).

Keanekaragaman dan atraksi wisata yang dapat dinikmati dalam Taman Nasional ini adalah terdapat fauna langka seperti Guyuh, Paus biru, Lumba-lumba, Penyu, Hiu paus dan sebagainya. Keindahan alam terumbu karang, pemandian pulau-pulau yang masih sangat alami sehingga Taman Nasional ini menarik untuk dinikmati para wisatawan.

Selain itu, para wisatawan juga dapat menikmati gejala alam seperti: Air terjun, Goa tengkorak, dan lain-lain. Selain memiliki keindahan alam yang masih alami, Taman Nasional Teluk Cendrawasih ini memiliki sejarah yang menarik untuk diketahui. Dimana dulunya Taman Nasional ini terjadi karena bekas pesawat tempur Jepang yang tenggelam di peraian Taman Nasional Teluk Cendrawasih.

Aksebilita yang dapat dilalui menuju kawasan ini adalah dapat ditempuh dari: Monokwari - Distrik Rinski (darat) sekitar 3 jam perjalanan. kamudian dari Pulau Rumberpon (longboad) sekitar 2 jam perjalanan. Kamudian dari Monokwari - Romberpon (longboad) 2 jam perjalanan, Nabire - Distrik Kwatsisore (longboad) 2,5 jam perjalanan, Nabire - Pulau Pepaya (speedboad) 2 jam perjalanan, dan dari Nabire - Pulau Angromeos (speedboad) dengan jarak tempuh sekitar 3,5 jam perjalanan.

Buadaya masyarakat kampung Yende yang masih terpelihara dan terjaga membuat kawasan Taman Nasional Taluk Cendrawsih ini menarik untuk dikunjungi. (tni.blog)

Taman Nasional Ujung Kulon Provinsi Banten

Written By Unknown on 5 Jul 2013 | 22.53

Taman Nasional: Objek wisata Taman Nasional Ujung Kulon terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, atau tepatnya di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, yang didirikan pada tahun 1980.

Taman Nasional ini merupakan Taman Nasional yang pertama diresmikan di Indonesia menjadi salah satu warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991, dengan memiliki luas 120.551 hektar.

Dalam Taman Nasional ini terdapat perwakilan ekosistem hutan hujan tropis daratan rendah yang tersisa dan terluas di Jawa barat. Taman Nasional ini merupakan salah satu objek wisata yang terdapat di Provinsi Banten yang sudah dikelola oleh Pemerintah Daerah setempat menjadi kawasan wisata alam.

Dalam kawasan ini terdapat satwa langka Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Selain itu, dalam Taman Nasional ini juga terdapat satwa lainnya seperti: Banteng, Rusa, Kancil, Owa, Macan Tutul, Kucing batu, Rangkong, Merak, Buaya, Penyu, dan sebagainya.

Pemandangan indah lainnya yang dapat dinikmati dalam Taman Nasional Ujung Kulon ini adalah keindahan alamnya yang masih alami seperti, Hutan pantai, Pantai pasir putih, Terumbu karang, Padang rumput yang sangat indah dan menarik. Sementara untuk gejala alamnya juga terdapat beberapa kawasan berupa, sumber air panas, air terjun, sungai, dan lain-lain.

Aksebilitas ke Taman Nasional Ujung Kulon ini dapat ditempuh melalui: Jakarta - Serang - Pandeglang - Labuan, yang memiliki jarak tempuh sekitar 6 jam perjalanan dengan menaiki kendaraan umum bus/minibus, kendaraan pribadi, maupun kedaraan roda dua. Rute ini sengaja dipersiapkan bagi para pengunjung yang ingin reservasi/ijin masuk di kantor labuan. (tni.blog)

Taman Nasional Bunaken Sulawesi Utara

Written By Unknown on 4 Jul 2013 | 19.39

Taman Nasional: Taman Nasional Bunaken memiliki luas 89.065 hektar yang terdapat di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Berbagai atraksi wisata dapat pengunjung nikmati dalam kawasan Taman Nasional ini. Dimana merupakan perwakilan ekosistem perairan tropis Indonesia.

Dalam Taman Nasional Bunaken terdapat kelengkapan tipe terumbu karang, jenis bakau dan padang lamun juga merupakan lintasan beberapa jenis mamalia laut yang dilindungi. Selain itu, para pengunjung juga dapat menikmati peraiaran laut yang jernih dan berenang untuk memanjakan tubuh para wisatawan.

Untuk menuju lokasi Taman Nasional Bunaken dapat ditempuh melalui jalur laut, dari Pelabuhan Manado ke Pulau Siladen dengan jarak tempuh sekitar 20 menit perjalanan. Kamudian dari Pelabuhan Manada ke Pelabuhan Bunaken dengan jarak tempuh sekitar 30 menit, selanjutnya Pelabuhan Manado ke Pulau Montehage dengan jarak tempuh lebih kurang 50 menit perjalanan, dan dari Pelabuhan Manado ke Pulau Nain dengan jarak tempuh sekitar 1 jam perjalanan.

Atraksi wisata yang dapat dinikmati pada kawasan Taman Nasional Bunaken ini adalah, terdapat beberapa jenis fauna, yaitu: Kera hitam sulawesi, Tarsius, Kuskus, Dugong, Paus, Lumba-lumba, penyu, dan lain sebagainya. Keindahan alam yang masih alami dihiasi dengan terumbu karang dan hutan bakau, sehingga Taman Nasional ini menjadi salah satu objek wisata alam yang ahir-ahir ini menjadi menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan untuk berkunjung.

Taman Nasional Pulau Kalimantan

Taman Nassional: Pulau Kalimantan merupakan salah satu pulau di Indonesia yang ditumbuhi/dikelilingi oleh hutan rimba yang berpotensi untuk dikembangkan menjadai kawasan wisata alam. Sedikitnya terdapat 8 Taman Nasional yang dikelola oleh Pemerintah Daerah setempat menjadi kawasan wisata alam.

Menurut data Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutang Lindung Ditjen PHKA - Kementerian Kehutanan, sedikitnya terdapat/tercatat 8 Taman Nasional di Pulau Kalimantan yang sudah dikelola menjadi kawasan wisata alam, diantaranya adalah:
  1. Taman Nasional Gunung Pallung, yang terdapat di Kabupaten Ketapan.
  2. Taman Nasional Danau Sentarum, yang terdapat di Kabupaten Kapuas Hulu.
  3. Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, yang terdapat di Kabupaten Kosongan.
  4. Taman Nasional Betung Kerihun, yang terdapat di Kabupaten Kapuas Hulu.
  5. Taman Nasional Tanjung Puting, yang terdapat di Kabupaten Kota Waringin.
  6. Taman Nasional Sebangau, yang terdapat di Kabupaten Pulau Pisang.
  7. Taman Nasional Kayan Mentarang, yang terdapat di Kabupaten Bulungan.
  8. Taman Nasional Kutai, yang terdapat di Kabupaten Kutai Timur.
Dari kedelapan Taman Nasional ini memiliki daya tarik tersendiri, dan berbagai macam atraksi wisata lainnya yang terdapat pada setiap Taman Nasional, sehingga menarik untuk dikunjungi. Sebagian besar Taman Nasional tersebut sudah terkenal pada level nasional, maupun level Internasional.

Taman Nasional Kelimutu Provinsi Nusa Tenggara Timur

Taman Nasional: Taman Nasional Kelimutu terletak di Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki luas sekitar 5.356,50 hektar. TN Kelimuti ini merupakan salah satu Taman Nasional terbesar yang terdapat di Indonesia. 

Seperti pada Taman Nasional lainnya, Taman Nasional Kelimutu juga memiliki daya tarik dan keindahan alam yang masih alami, dan tidak kalah menarik/mempesona dari Taman Nasional lainnya.


Yang paling menarik untuk dikunjungi dalam Taman Nasional ini adalah, terdapat tiga buah danau kawah yang terletak di puncak gunung kalimutu, dimana masing-masing danau tersebut mempunyai warna air yang berbeda-beda, serta selalu berubah-ubah warna (seperti yang terlihat pada gambar).

Untuk mengunjungi Taman Nasional Kalimutu ini dapat ditempuh melalui darat, udara, dan laut dengan rute:
  • Darat: Ende - Moni dengan jarak 52 km, selanjutnya dari Moni - Danau Kalimutu berjarak 13 km. Kemudian, dari Maumere - Moni dengan jarak 95 km.
  • Udara: Kupang - Ende (setiap hari), Kupang - Maumere (setiap hari), dan Denpasar - Ende.
  • Laut: Surabaya - Denpasar - Bima - Waingapu - Ende - Kupang - Alor - Kupang - Ende (setiap 2 minggu) dengan menaiki kapal PELNI. Kamudian, Kupang - Ende - Waingapu - Ende (Ferry Biasa) setiap minggu.
Atraksi wisata yang terdapat dalam Taman Nasional Kelimutu adalah terdapat Flora Rhododendrom reschianum, Begonia kelimutuensis, Vaccinium sp, Cemara Gunung (Casuarina junghuniana), dan Hutan Flores. Sementara untuk Gejala Alamnya sangat unik, yaitu terdapat tiga danau yang berbeda warna, dan sering berubah warna,

Budaya yang terdapat di sana adalah kerajinan tenun ikan, upacara adat masyarakat masinh sangat terpelihara, sehingga menambah daya tarik bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal untuk berkunjung ke Taman Nasional Kelimutu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Taman Nasional Kutai

Taman Nasional Indonesia: Salah satu andalan Taman Nasional Indonesia saat ini adalah Taman Nasional Kutai memiliki area seluas 198.629 hektar yang terletak di Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam kawasan Hutan Taman Nasional Kutai terdapat berbagai tipe vegetasi hutan pantai/mangrove, hutan rawa air tawar, hutan kerangas, hutan rawa dataran rendah, dan hutan dipterocarpaceaea.

Bagi masyarakat yang berdomisili di luar pulau kalimantan yang hendak mengunjungi Taman Nasional Kutai ini memang tergolong jauh, namun karena keindahan alam yang masih alami membuat para pengunjung puas ketika sampai pada lokasi Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur.

Untuk mencapai lokasi Taman Nasional Kutai dapat ditempuh melalui Samarinda - Bontang dengan jarak sekitar 120 km, atau sekitar 3 jam perjalanan. Akses jalan menuju lokasi Taman Nasional Kutai sudah bagus dan bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Atraksi wisata yang terdapat pada kawasan Taman Nasional Kutai terdapat Flora: 3 jenis Raflesia dan Anggrek. Selain itu, dalam kawasan tersebut juga terdapat Fauna: Banteng, Rusa Sambar, Kijang, Kancil, Orang utan, Bekantan, Owa, Kukang, Burung tiung emas, Elang laut perut putih, dan sebagainya.

Sementara untuk gejala alam juga terdapat Goa lubang angin yang merupakan salah satu gejala alam yang terdapat dalam kawasan Taman Nasional Kutai ini.

Taman Nasional Gunung Leuser

Taman Nasional: Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) merupakan salah satu kawasan Taman Nasional Indonesia yang terdapat di dua provinsi, yaitu Provinsi Nanggoe Aceh Darussalam dan Provinsi Sumatera Utara. Luas Hutan TNGL adalah 867.789 hektar.

Kawasan Hutan TNGL merupakan kawasan konservasi yang memiliki perwakilan berbagai ekosistem lengkap. Untuk menempuh kawasan Hutan TNLG dapat dilakukan dengan berbagai rute perjalanan, diantaranya sebagai berikut:
Aksebilitas:
  • Medan - Kutacane dengan jarak sekitar 240 km, atau sekitar 5 jam perjalanan.
  • Kutacane - Gurah/Ketambe dengan jarak sekitar 35 km, atau sekitar 30 menit perjalanan.
  • Medan -  Bahorok/Bukit Lawang dengan jarak sekitar 60 km, atau sekitar 1 jam perjalanan.
  • Medan - Sei Bitung dengan jarak sekitar 150 km atau sekitar 2 jam perjalanan.
  • Medan - Tapak Tuan dengan jarak sekitar 260 km, atau sekitar 10 jam perjalanan.
Atraksi Wisata:
Flora: Bunga Reflesia
Fauna: Orang Utan, Siamang, Kukang, Kucing Emas, Bajing Terbang, Harimau Sumatera, Harimau Dahan, Beruang Madu, Gajah Sumatera, Rusa Kijang, Badak Sumatera, Tapir, Beo Nias, Rangkong, Julang Ekor Abu-abu, Kangkereng, Buaya Senyulong dan Buaya Muaya, dan lain-lain.

Gejala Alam:
Sumber air panas, Danau, Air Terjun, Jeram, Goa, dan sebagainya.
Budaya Spesifik: Budaya batak karo dan festival danau toba.

Dalam kawasan Hutan TNGL terdapat keindahan alam, yaitu panorama alam hutan dan pegunungan disekitar kawasan hutan TNGL yang sebagian sudah dikelola oleh masyarakat menjadi kawasan ekowisata, yaitu Ekowisata Tangkahan yang terdapat di Desa Namo Sialang Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara.

Untuk mengunjungi kawasan Ekowisata Tangkahan dapat ditempuh dari Kota Medan melewati Kota Binjai dan Tangjung Pura dengan jarak sekitar 178 km, atau sekitar 4,5 jam perjalanan. Dalam Ekowisata Tnagkahan anda akan disuguhi pemandangan yang masih alami, dan berbagai atrakwi wisata lainnya.

World News

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Taman Nasional Indonesia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger